مَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ في
نَارِ جَهَنَّمَ يَتَرَدَّى فِيهِ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيها أَبَدًا،
وَمَنْ تَحَسَّى سُمًّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَسُمُّهُ في يَدِهِ
يَتَحَسَّاهُ في نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فيها أَبَدًا، وَمَنْ
قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَديدَةٍ فَحَدِيدَتُهُ في يَدِهِ يَجَأُ بِها في
بَطْنِهِ في نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيها أَبَدًا
“Siapa yang menjatuhkan dirinya dari gunung hingga mati maka di
neraka jahanam dia akan menjatuhkan dirinya, kekal di dalamnya
selamanya. Siapa yang menegak racun sampai mati, maka racun itu akan
diberikan di tangannya, kemudian dia minum di neraka jahanam, kekal di
dalamnya selamanya. Siapa yang membunuh dirinya dengan senjata tajam
maka senjata itu akan diberikan di tangannya kemudian dia tusuk perutnya
di neraka jahanam, kekal selamanya.” (HR. Bukhari 5778 dan Muslim 109).
