Minggu, 15 Desember 2013

Surat Terbuka untuk Istriku Tercinta

Istriku…
Tahukah engkau, saat aku terinspirasi menulis surat ini, mataku bergenang air bening disaat mengingatmu, disaat aku merasakan hangatnya perhatianmu, merasakan bagaimana sikap sikapmu kepadaku selama ini, betapa engkau adalah wanita yang dimuliakan dengan hijrah, ya kau mulia dengan hal itu, akulah sebagai saksimu , karena Nabi pernah berkata bahwa kalian adalah saksi bagi mu’min lainnya selama didunia ..

Istriku..
Tiada sewaktupun engkau berpaling membantu semua kegiatanku, dari mulai mencuci, mengurus anak2ku, memasak makanan kesukaanku, hingga menemani perjalanan hidupku saat mengembara ke alam lain dimalam hari, dan menjaga ku disaat aku terlelap istirahat karena letih disiang hari.. Aku ridha atas semua ini, dan aku sangat berterima kasih, dan hanya Allah yang mampu membalas perjuanganmu, inilah jalan jihadmu istriku , aku hanya bisa lirih menuliskan untaian terima kasih dan hanya genangan bening dimataku inilah yang menjadi saksi ketulusanku akan keridha-anku padamu ..

Istriku .. 
Tahukah engkau, seandainya dikumpulkan seluruh perhiasan didunia ini untuk ditukar denganmu, maka sungguh aku lebih memilihmu, karena :
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.”(HR. Muslim no. 1467)

Istriku…
Kau tahu syurga ? bukankah engkau pun merindukannya, karena kita tahu akan gambaran indahnya dan kedamaian yang ada didalamnya ..
Syurga dengan huruf Jim dan Nun adalah sesuatu yang tertutup, maka artinya keindahannya tidaklah dapat digambarkan dengan kata kata, tak dapat dilukiskan sekalipun seluruh lautan ini menjadi tinta dari pena…
Allah berfirman : ”Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam ni’mat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (As Sajdah : 17).
Jika saja hanya ada satu ayat diatas yang menjelaskan tentang syurga, maka cukuplah kiranya menggambarkan bagaimana indahnya tak dapat digambarkan.

Istriku ..
Tahukah engkau, jalan menuju syurga itu mudah bagimu?
Baiklah istriku, kutuliskan ini, dan kuhadiahkan spesial untukmu…
Taatlah engkau kepada Allah dan Rasul-Nya, karena ketaatan mu adalah penyebab keridhaan Allah, dan taat kepada Allah bisa engkau wujudkan melalui bertauhid kepada Allah, menjadikan Allah satu satunya tempat meminta pertolongan, menyembah hanya kepada Allah, menjauhi kesyirikan, dan mentaati perintah Rasulullah dengan menjauhi para dukun dan tukang ramal, tidak mempercayai mereka atau bahkan hanya sekedar mendatangi mereka pun jangan kau lakukan, niscaya insya Allah engkau akan masuk syurga..

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam telah mengkhabarkan, bagaimana para wanita ahli syurga adalah wanita yang menutupi auratnya secara sempurna, maka bukanlah sebuah ketaatan disaat engkau masih membuka lebar lebar auratmu kepada orang orang yang haram melihatmu, bagaimana mungkin engkau merasa dan mengaku “saya muslimah yang taat ” sedangkan nabi menunjuk wajahmu dengan ciri yang disebutkan beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam sebagai “wanita yang berpakaian tapi telanjang sebagai bagian terbesar penghuni neraka? “ Tutuplah auratmu, jagalah dan hanya untuk suamimulah .. insya Allah engkau akan masuk kedalam syurga..

Lahan jihadmu adalah dirumah, maka tetaplah dirumah, memasak itu berpahala besar, mencuci pakaian itu berpahala besar, mengurus anak itu berpahala besar, dan itulah lahan jihad, maka adakah kaum lain yang memuliakan wanitanya dirumah rumah mereka sebagai sesuatu yang istimewa ? Apa kurang istimewa seorang wanita dipercayai memberikan pengajaran bagi anak anaknya? menjadi guru bagi generasi berikutnya ? Apakah kurang istimewa seorang wanita yang membesarkan buah hati mereka dengan pengajaran dari hati, ketulusan dari jiwa ? Apakah mereka yang mulia itu yang berkarir, bergelimangan harta, dengan melenggak lenggokkan menjual tubuhnya di depan kamera? menjual murah sensualitasnya dihadapan publik hanya demi dollar dan rupiah ? Apakah yang mulia itu mereka yang lebih tunduk kepada perintah atasannya dan mengerjakan semua kemauan atasannya hanya karena ditukar rupiah, sedangkan tatkala dirumah mereka menolak keinginan suaminya yang padahal hanya meminta dibuatkan secangkir Teh hangat dan air putih serta sepiring nasi bagi suaminya, dengan alasan telah letih bekerja seharian diluaran ? Mengapa pahala syurga mau ditukar dengan gaji sebulan yang demikian murahnya ?

“Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur “ (Qs. Saba’:13)

Carilah ridha suamimu, dan bersikaplah sebagaimana salafmu (pendahulumu) : “Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian di dalam surga?” Mereka menjawab: “Tentu saja wahai Rasulullaah!” Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Wanita yang penyayang lagi subur. Apabila ia marah, atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata: “Ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridha.” (HR. Ath Thabarani dalam Al Ausath dan Ash Shaghir. Lihat Ash Shahihah hadits no. 3380)

Perhatikan .. Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridha.”
Gapailah ridha suamimu, jadilah istri yang mampu menahan marah, dan mampu meredam marah suaminya, “Inilah tanganku diatas tanganmu.. ” mengertikah engkau duhai istriku ? 
“Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. (Qs. Ali-Imran: 134)

Jika engkau mampu mencari jalan yang baik menuju keridhaan suamimu, maka insya Allah engkau akan masuk syurga..

Taatilah suamimu , selama dalam hal kebaikan, dan nasehati dengan baik disaat suamimu sedang dalam keburukan, dan bersabar atasnya, dengan mendoakanku, karena aku bukanlah Malaikat..
Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Al-Khaliq” (Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihahno. 179)

Jagalah harta suami dan kehormatannya disaat dia sedang tidak ada bersamamu, jangan masukkan kerumah orang orang yang tak disukai suamimu, jangan memasukkan yang bukan mahrammu, jangan berhubungan dengan orang orang yang tak disukai suamimu sekalipun hanya sekedar SMS dan sapaan, karena itu merupakan pemicu masalah dan keburukan, jagalah kehormatannya dan jangan sebarkan aibnya sekalipun menurutmu itu adalah orang orang yang terdekat kepada suamimu, sedangkan dia tidak ridha atas hal itu.
Jangankan sebuah keburukan istriku, sebuah kebaikan saja yang engkau jalankan dan itu terkait dengan ketidak ridhaan suamimu karena bisa jadi suamimu membutuhkanmu semisal puasa sunnah, maka jika engkau laksanakan sedang suamimu tidak ridha, maka takkan berpahala sama sekali bagimu..

“Tidak halal bagi seorang isteri untuk berpuasa (sunnah), sedangkan suaminya ada kecuali dengan izinnya. Dan tidak halal memberi izin (kepada orang lain untuk masuk) ke rumahnya kecuali dengan seizin suaminya.” (HR. Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak (enggan terhadapnya), maka penghuni langit murka kepadanya hingga suaminya ridha kepadanya.” (HR. Bukhari no. 5194 dan Muslim no.1436)

Bahkan sebagian ibadahnya bisa tertolak dengan sebab ketidak ridha-an suaminya :
“Ada tiga kelompok yang shalatnya tidak terangkat walau hanya sejengkal di ataskepalanya (tidak diterima oleh Allah). Orang yang mengimami sebuah kaum tetapi kaum itu membencinya, istri yang tidur sementara suaminya sedang marah kepadanya, dan dua saudara yang saling mendiamkan (memutuskan hubungan).” (HR. Ibnu Majah I/311 no. 971 dan dihasankan oleh Al-Albani dalam Misyakatul Mashabih no. 1128)

Maka berbahagialah istri yang wafat dalam keadaan suaminya ridha kepadanya, .

Itulah beberapa point penting tentang jalan menuju syurga bagimu .. semoga engkau dimudahkan untuk melaluinya ..

Dari suamimu yang mencintai dan menyayangimu karena ketaatanmu...